Tampilkan postingan dengan label Jangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Januari 2014

Jangan Campur Nasi Dengan Lauk Saat Bayi Makan

Pernahkah Anda menyajikan makanan untuk bayi Anda dengan nasi dan lauk yang dicampur menjadi satu entah dibuat tim atau tidak? Jika ...

http://www.serupedia.com/2014/01/jangan-campur-nasi-dengan-lauk-saat.html Saat Beri Makan Bayi, Jangan Campur Nasi dengan Lauk! Pernahkah Anda menyajikan makanan untuk bayi Anda dengan nasi dan lauk yang dicampur menjadi satu entah dibuat tim atau tidak? Jika ya sebaiknya ubah kebiasaan itu. Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr. dr. Damayanti Sjarif, Sp.A (K) sebaiknya untuk Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) jangan campurkan nasi dengan lauk."Ini kebiasaan yang masih dilakukan para ibu, mencampur nasi dengan wortel, ati kemudian ditim. Sebaiknya ini jangan lagi dilakukan, karena tidak membuat bayi berkembang dengan rasa makanan. Anak harus diperkenalkan satu satu, ini rasa wortel, ini rasa nasi," kata Damayanti. Selain Damayanti, Sekertaris Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Sri Sudaryati, SpA (K) mengatakan jadikan waktu makan menjadi menyenangkan."Jangan dicampur nanti anak tidak bisa membedakan mana rasa wortel, nasi, ati dan makanan yang dicampur lainnya. Jadikan waktu makan menjadi menyenangkan dengan mengenalkan makanan kepada anak satu persatu, itu proses belajar anak," kata Sri. Damayanti menambahkan makanan yang tidak dicampur dapat mendeteksi alergi pada anak."Kalau tidak dicampur kita jadi tahu anak itu alergi atau tidak. Kalau dicampur dan anak alergi, jadi sulit mengetahui anak alergi apa," tambah Damayanti.MP-ASI diberikan kepada anak setelah usia enam bulan, hal ini untuk mengoptimalkan kebutuhan bayi seperti nutrien dan mikronutrien yang sudah tidak didapat lagi dari ASI. "ASI merupakan asupan nutrisi terbaik selama enam bulan, setelah itu bayi perlu ditambah MP-ASI agar nutrien seperti protein, karbohidrat, vitamin dan mikronutrien seperti zat besi, seng, kalsium, fosfor, magnesium dan vitamin A dapat tercukupi," ujar Sri. 

View the original article here

Sabtu, 25 Januari 2014

Jangan Campur Nasi Dengan Lauk Saat Bayi Makan

Pernahkah Anda menyajikan makanan untuk bayi Anda dengan nasi dan lauk yang dicampur menjadi satu entah dibuat tim atau tidak? Jika ... http://www.serupedia.com/2014/01/jangan-campur-nasi-dengan-lauk-saat.html Saat Beri Makan Bayi, Jangan Campur Nasi dengan Lauk! Pernahkah Anda menyajikan makanan untuk bayi Anda dengan nasi dan lauk yang dicampur menjadi satu entah dibuat tim atau tidak? Jika ya sebaiknya ubah kebiasaan itu. Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr. dr. Damayanti Sjarif, Sp.A (K) sebaiknya untuk Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) jangan campurkan nasi dengan lauk."Ini kebiasaan yang masih dilakukan para ibu, mencampur nasi dengan wortel, ati kemudian ditim. Sebaiknya ini jangan lagi dilakukan, karena tidak membuat bayi berkembang dengan rasa makanan. Anak harus diperkenalkan satu satu, ini rasa wortel, ini rasa nasi," kata Damayanti. Selain Damayanti, Sekertaris Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Sri Sudaryati, SpA (K) mengatakan jadikan waktu makan menjadi menyenangkan."Jangan dicampur nanti anak tidak bisa membedakan mana rasa wortel, nasi, ati dan makanan yang dicampur lainnya. Jadikan waktu makan menjadi menyenangkan dengan mengenalkan makanan kepada anak satu persatu, itu proses belajar anak," kata Sri. Damayanti menambahkan makanan yang tidak dicampur dapat mendeteksi alergi pada anak."Kalau tidak dicampur kita jadi tahu anak itu alergi atau tidak. Kalau dicampur dan anak alergi, jadi sulit mengetahui anak alergi apa," tambah Damayanti.MP-ASI diberikan kepada anak setelah usia enam bulan, hal ini untuk mengoptimalkan kebutuhan bayi seperti nutrien dan mikronutrien yang sudah tidak didapat lagi dari ASI. "ASI merupakan asupan nutrisi terbaik selama enam bulan, setelah itu bayi perlu ditambah MP-ASI agar nutrien seperti protein, karbohidrat, vitamin dan mikronutrien seperti zat besi, seng, kalsium, fosfor, magnesium dan vitamin A dapat tercukupi," ujar Sri. 

View the original article here


View the original article here

Jangan Tergiur Operasi Alat Kelamin Pada Wanita

  Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam An International Journal of Obstetrics and Gynaecology menemukan bahwa wanita berusia 18-3... http://www.serupedia.com/2014/01/jangan-tergiur-operasi-alat-kelamin.html  Jangan Tertipu dengan Operasi Miss VSebuah studi baru yang diterbitkan dalam An International Journal of Obstetrics and Gynaecology menemukan bahwa wanita berusia 18-30 tahun yang pernah melakukan operasi alat kelamin, hasilnya tidak begitu beda jauh.Hal ini justru mengejutkan karena kebanyakan wanita percaya bahwa operasi bisa memperbaiki ketidaksempurnaan pada organ vital.Seperti ditulis Cosmopolitan, Senin (23/12/2013), salah satu prosedur perawatan alat kelamin pada wanita seperti labiaplasty (prosedur operasi yang dilakukan untuk mempercantik bentuk bibir vagina) juga ternyata hasilnya tidak berbeda jauh dengan sebelum operasi.Para peneliti menilai, pada dasarnya wanita tidak tahu seperti apa bentuk vulva dan akhirnya lebih banyak wanita rela melakukan operasi untuk membuat alat kelaminnya benar-benar cantik. Hal ini dibuktikan dengan permintaan untuk operasi labiaplasty yang meningkat lima kali lipat antara 2001 dan 2010. Melihat hasil penelitian, para peneliti mengatakan bahwa yang perlu Anda ketahui adalah sebenarnya tidak ada yang salah dengan alat kelamin. Anda hanya membuang uang dan waktu bila melakukan operasi alat kelamin. "Mungkin Anda harus melawan ego yang mengatakan bahwa alat kelamin saya terlalu gemuk, terlalu berbulu, terlalu kurus, terlalu gelap, terlalu apapun dan berlatih mencintai diri sendiri," tulis peneliti.

View the original article here


View the original article here